Ajaran Yesus tentang Pengelolaan Uang & Investasi

15 May

MENGELOLA UANG ADALAH KEHARUSAN

banyak orang yg saking rohaninya sampai anti berbicara tentang keuangan berdasarkan firman TUHAN. menurut saya hal ini malahan berarti tidak mengajarkan keseluruhan firman TUHAN.

baru2 ini saya baca buku Robrt T Kiyosaki & baru sadar banget bahwa banyak hal yang diajarkan oleh bung Robert adalah Based on the Bible.

sebagai contoh orang membaca ayat di bawah ini dari sisi rohani tok, tapi saya mau coba bahas di sisi kehidupan real, tentang keuangan.
ayat tersebut tertulis dengan jelas bahwa yang dibicarakan adalah tentang HARTA & UANG.

Matius 25:14-30
“Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.
Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta.
Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta.
Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.
Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.
Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.
Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.
Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam.
Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!
Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?
Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya.
Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.
Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.”

sebagian orang mengartikan “talenta” sebagai bakat, tetapi sekarang ini saya mau mengartikannya secara real “duit”
jika kita bahas sungguh2, maka di ayat itu bagi kita orang Kristen, mengelola uang adalah KEHARUSAN, jika tidak maka TUHAN akan meminta pertanggungjawabannya.

entah kita adalah pegawai, pedagang, atau investor, kita punya income. bahkan anak2 juga punya income, yaitu uang jajan dari orang tuanya.
apapun juga income kita itu, kita wajib mengelolanya.

tertulis di situ jika kita tidak pandai mengelola uang, berikan kepada yang mengelola uang supaya ada bunganya, yang paling cocok sekarang ini adalah BANK.

dulu saya tidak mengerti artinya “Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”
setelah baca CASHFLOW QUANDRANTnya Robert saya baru mengerti, dan memang ayat itu 100% kenyataan.
“mempunyai” di ayat tersebut bisa diartikan “mempunyai kemampuan mengelola keuangan”

saya lihat dengan nyata bagaimana orang2 di sekitar saya yang punya penghasilan kurang lebih sama, yang satu berkecukupan, yang satu lagi berkekurangan.
yang satu mengelola uangnya dengan baik, menabung, investasi dll sehingga jadi makin berkecukupan
yang satu lagi tidak mengelola dengan baik, habiskan dengan clubing, beli ini itu yg di”INGIN”kan, keinginannya begitu tidak terkendali sehingga hutang kartu kredit sangat besar + hutang sana sini, akhirnya dikejar2 tukang tagih.

kebanyakan dari kita tahu bahwa kita tidak bisa menjadi hamba TUHAN dan hamba uang, harus pilih salah satu. yg kebanyakan dari kita tidak tahu adalah kalau seseorang sudah terbelit hutang maka sesungguhnya orang itu sudah menjadi hamba uang.

Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

INVESTASI KEPADA ORANG YANG TEPAT, DI TEMPAT YANG TEPAT

kebanyakan dari kita melihat ayat di atas dari sudut pandang si hamba, tetapi coba lihat ulang, kali ini dari sudut pandang si tuan. maka Anda akan melihat pelajaran investasi yang dahsyat.
yang pertama harus kita ketahui adalah si tuan punya uang lebih daripada 8 talenta, dia punya kota2.
kita mungking tidak punya kota2, tetapi kita punya penghasilan.
pelajarannya adalah jangan langsung investasi besar2an, test dulu kecil-kecilan.
orang yg lulus tes kecil2an boleh dikasih kesempatan untuk kelola yang lebih besar, orang yg tidak lulus test kecil2an, lupakan, jangan investasi lebih banyak lagi pada orang itu.

berikut juga adalah pengajaran Yesus tentang investasi.

Matius 13:3-9
Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: “Adalah seorang penabur keluar untuk menabur.
Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis.
Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis.
Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar.
Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati.
Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

inti dari pengajaran itu adalah investasilah di tempat yang subur.
yang paling bagus adalah kita tahu tempat yang subur itu di mana dan kita menabur di situ, tetapi masalahnya adalah kita tidak tahu tempat mana yang adalah tempat subur.
metoda yang paling dasar adalah metoda coba-coba. kembali lagi dasarnya adalah jangan langsung investasi besar2an, kalau para menager investasi menyebutnya dengan sebutan “money management”.
belajar dulu bedakan yang mana adalah jalanan, yang mana adalah tanah bebatuan, yang mana adalah tanah semak, yang mana adalah tanah subur.

Yohanes 10:10
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Leave a Reply