Unit Link

15 May

Unit link adalah produk asuransi yang menggabungkan layanan asuransi dan investasi sekaligus. Dengan menjadi nasabah produk unit link, seseorang bisa mendapatkan manfaat ganda yaitu perlindungan asuransi dan investasi. Produk asuransi yang ditawarkan bisa berbentuk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, tetapi biasanya dipasarkan dalam kemasan yang lebih menarik bagi masyarakat: misalnya tabungan masa depan atau asuransi pendidikan.

biasanya orang membandingkan unit link dengan reksadana.
hal tersebut bisa dikatakan kurang tepat karena pada dasarnya reksadana adalah produk investasi murni, sedangkan unit link adalah produk asuransi yang dikemas dengan reksadana.

menurut saya Unit Link adalah sebuah inovasi yang luar biasa oleh perusahaan Asuransi.
memang pada dasarnya semua orang butuh asuransi, tetapi menjual asuransi tidak mudah.
Jika tidak ada Unit Link, walaupun preminya hanya 50.000 per bulan, orang akan merasa mahal, karena yang dipikirkan langsung tentang uangnya hilang.
sedangkan dengan adanya Unit Link, walaupun preminya 500.000 rupiah per bulan, orang tidak merasa mahal, karena dia berpikir tentang uangnya kembali.

90% dari TRADER Kehilangan Modal….

15 May

Dari salah satu artikel yang saya baca, dikatakan bahwa 90% trader kehilangan lebih dari 75 % modalnya dan 10% diantaranya BANGKRUT !!!

Apa yang menyebabkan mereka mengalami semua itu? apakah mereka kurang pintar? Padahal mereka yang terjunke bisnis VALAS biasanya berasal dari latar belakang pendidikan yang baik dan status sosial yang cukup tinggi di sertai modal yang cukup pula.

Ada beberapa persepsi yang salah yang dialami oleh TRADER-TRADER BARU dan persepsi itu sangat berpengaruh terhadap kesuksesan mereka,.
Diantara persepsi itu adalah :
FOREX Trading merupakan jalan cepat MENJADI KAYA
Mereka pikir bisa bertransaksi dengan akurasi diatas 80% (80%menang dan 20% kalah)
Mereka pikir bisa mendapatkan 1000 USD dari hanya 100 USD dalam waktu 1 bulan.
Mereka pikir mereka dapat selalu mengerti /memprediksi kemana pasar akan bergerak
Mereka pikir dapat memperoleh (mungkin membeli) sistem dengan tingkat akurasi 100%

Kunci sukses dalam bertransaksi adalah KERJA KERAS, dibutuhkan waktu bertumbuh, dibutuhkan dukungan reserchdan development, mental yang kuat dan stabil,investasi waktu dan pengalaman juga sangat dibutuhkan.

PASAR VALAS YANG SANGAT BESAR DAN SANGAT MENGUNTUNGKAN HANYA BAGI MEREKA YANG MAU BELAJAR DAN BISA DISIPLIN DIRI !!!

Bentuk Kerjasama bisnis dengan teman

15 May

bentuk kerjasama bisnis dengan teman, sebaik apapun hubungan atau sekenal apapun, lebih baik hindari bentuk “gua keluar duit, loe keluar tenaga”

hubungan kerjasama bentuk seperti ini dapat dengan mudah merusak persahabatan.

berikut adalah faktornya :
1. bila tidak memperoleh keuntungan, orang yang tidak keluar uang tersebut bisa dengan mudahnya lepas tangan. toh gak ada kerugian yang ditanggung

2. bila memperoleh keuntungan, kedua belah pihak saling merasa tidak adil.
si pemilik modal merasa, wah enak yah dia gak keluar duit dapet keuntungan besar.
si pelaksana merasa, wah enak amat temen gua, gua yang kerja capek, dia yang nikmati hasilnya

10 KARAKTER UNIK KONSUMEN INDONESIA

15 May
  1. BERPIKIR JANGKA PENDEK

    Perilaku/Ciri khas:
    o Cenderung mencari produk yang bisa memberi benefit jangka pendek untuk menyelesaikan masalah yang ada di depan mata.
    o Membeli produk berdasarkan budget (anggaran)
    o Cepat lupa
    o Secara terus-menerus harus diyakinkan akan memperoleh benefit jangka pendek
    o Cenderung enggan melakukan investasi, dalam bentuk apapun, yang hasilnya baru bisa dinikmati beberapa tahun ke depan

    Latar belakang:
    o Faktor budaya pendidikan yang tidak mendorong siswa-siswanya untuk berpikir long-term
    o Dipacu oleh krisis ekonomi yang dialami Indonesia, yang mengakibatkan penurunan daya beli

    Dampak:
    o Produk2 ramah lingkungan sulit dijual di Indonesia

    Strategi:
    o Harus bisa menawarkan short term benefit (keuntungan jangka pendek)
    o Gunakan bahasa iklan yang sederhana, jangan gunakan bahasa yang sulit dicerna
    o Untuk menghadapi sifat budget approach, dapat menggunakan psychological pricing atau harga psikologis
    o Aktivitas sales promo yang kuat, seperti bagi-bagi hadiah, diskon, atau undian langsung
    o Kemasan kecil

    Contoh:
    o Extra Joss minuman energi instanto Minuman susu berkalsium, lebih sukses di kalangan ibu2 paruh baya
    o Susksesnya produk kredit konsumsi
    o Kartu seluler prabayar, lebih laku dibanding pasca bayar
    o Mizone, setelah terkena dampak isu bahan pengawet tidak sampai setahun sudah bisa recovery

  1. TIDAK TERENCANA

    Perilaku/Ciri Khas:
    o Tidak suka menyiapkan sesuatu jauh di belakang
    o Suka mengambil keputusan di saat-saat terakhir
    o Cenderung melakukan impulse buying atau membeli langsung di tempat

    Strategi:
    o Harus menjalankan pelayanan yang lebih fleksibel
    o Untuk pemasar ritel, harus menyiapkan stock barang yang cukup, karena konsumen sering membeli banyak barang pada waktu-waktu yang tidak direncanakan
    o Penempatan barang di lokasi-lokasi yang mudah terlihat
    o Mengintensifkan distribusi dengan melibatkan banyak channel & area
    o Strategi komunikasi: mendorong konsumen untuk bertindak cepat
    o Untuk produk2 yang membutuhkan perencanaan, diperlukan edukasi konsumen & mendorong konsumen berpikir cepat dalam mengambil keputusan

    Contoh:
    o Peserta seminar sering mendaftar diri pada hari-hari terakhir pendaftaran
    o Kewajiban registrasi kartu prabayar
    o Rendahnya pasar asuransi di Indonesia (1,67% dari GDP). Singapore 3,5%; Eropa 5,1%
    o Konsumen banyak membeli produk atau merek yang tidak direncanakan pada saat ke ritel modern.
    o Banyak pengguna kartu prabayar yang membeli pulsa saat pulsanya benar- benar habis
    o Banyak konsumen yang tidak membeli obat untuk persediaan

  1. SUKA BERKUMPUL

    Perilaku/Ciri Khas:
    o Suka berkumpul & bersosialisasi secara informal

    Strategi:
    o Menggunakan strategi komunikasi Word of Mouth (WOM). Strategi WOM ini jauh lebih efektif & lebih ampuh diterapkan di Indonesia dibanding dengan di Amerika. Menurut riset yang dilakukan oleh Handi Irawan (pakar marketing), konsumen Indonesia yang puas akan bercerita kepada sekitar 5 – 15 orang lain. Sedangkan di Amerika, konsumen yang puas akan bercerita kepada 2 – 5 orang.
    o Gunakan internet juga sebagai alat penyebar informasi.
    o Bangun komunitas pelanggan. Komunitas ini bisa menjadi references group.
    o Dekati komunitas2 di masyarakat, terutama pemimpinnya (opinion leaders), seperti pemuka agama, ketua adat, pemimpin kelompok.

    Contoh:
    o Perkumpulan Dharma Wanita, arisan, majelis ta’limo Arena berkumpul seperti kafe, fitness center, lapangan futsal
    o Contoh produk yang berhasil menggunakan strategi word of mouth: – Amanda Brownies – Tupperware
    o Banyak perusahaan membangun komunitas pelanggan, seperti HDC (Harley Davidson Club), BMC (Bogasari Mitra Club)

  1. GAGAP TEKNOLOGI

    Perilaku/Ciri Khas:
    o Belum terbiasa dengan produk berbasis teknologi tinggi
    o Pola belanja yang masih terbiasa dengan harus melihat dan meraba produk yang akan dibeli

    Dampak:
    o Perkembangan bisnis berbasis teknologi penetrasinya lebih lambat: – Tahun 2005, jumlah telepon seluler di Indonesia sebanyak 47 juta buah, dengan tingkat penetrasi sekitar 22% – 24%, angka penetrasi diperkirakan baru akan mencapai 50% pada tahun 2009. Di USA, tingkat penetrasi telepon seluler tahun lalu mencapai 80%. – Tahun 2005, penetrasi pengguna internet di Indonesia baru mencapai 7% – 8% & seluruhnya di daerah perkotaan. Menurut prediksi Depkominfo, baru akan mencapai 80,2 juta penggunapada tahun 2010. Sedangkan di Amerika, pada tahun yang sama, penetrasi pengguna internet sudah mencapai 73%, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan.
    o Kabar baiknya, tren ke depan penetrasi produk2 berbasis teknologi cukup menjanjikan.

    Strategi:
    o Strategi Price Bundling. Contoh: provider seluler Fren yang menggandeng Samsung.
    o Lebih aman sebagai follower jika ingin memasarkan produk teknologi baru.
    o Bila ingin menjadi pionir untuk suatu teknologi baru, sebaiknya menetapkan skimming price (mematok harga tinggi). Tapi produknya harus mempunyai “competitive advantage”.
    o Peluncuran produk harus di momentum yang tepat. Time is everything. Tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lambat.
    o Produk berbasis teknologi tinggi harus diposisikan sebagai produk yang relatif simple atau user friendly, memberikan kemudahan atau sesuatu yang menyenangkan (fun).

    Contoh:
    o Kasus Lipposhop, konsep ritel consumer goods lewat internet, yang kurang diterima pasar di Indonesia
    o Fitur mobile banking yang kurang diminati. Menurut survei dari Frontier, penyebabnya mayoritas responden (32,66%) mengatakan tidak tahu cara mengoperasikannya.
    o Strategi follower: Kartu Debit BCA lebih berhasil di pasar, walaupun hadir setelah kartu debit Bank Duta.
    o Kesuksesan produk Nokia karena diposisikan sebagai produk yang user friendly. Ini sesuai dengan tagline-nya ”Teknologi yang mengerti Anda”

  1. BERORIENTASI PADA KONTEKS

    Perilaku/Ciri Khas:
    o Cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Akibatnya, konteks-konteks yang meliputi suatu hal justru lebih menarik ketimbang hal itu sendiri.
    o Lebih suka yang bersifat ringan dan menghibur
    o Kurang memperhatikan informasi yang terdapat pada suatu produk
    o Mudah diubah persepsinya

    Latar Belakang:
    o Minat baca yang rendah, terutama membaca literatur yang padat ilmu & pengetahuan. Tema bacaan yang banyak dipilih adalah berita ringan,roman, isu atau gossip, komik, dan berita kriminal. Pembaca koran lebih tinggi jumlahnya dibanding pembaca majalah.
    o Secara psikologis, masyarakat kita sedang dilanda kejenuhan situasi, baik itu politik, ekonomi, hukum, dan sosial budaya. Juga sebagian besar masyarakat kita masih berada di bawah bayang-bayang krisis ekonomi.

    Dampak:
    o Daya kritis masyarakat kurang

    Strategi:
    o Memilih cara yang mudah dengan menampilkan image produk sebagus mungkin (brand awareness) tanpa melakukan edukasi yang memiliki bobot pengetahuan. Baru setelah itu lambat laun memperbaiki produk. Atau
    o Memberi kandungan informasi yang memperkaya wacana konsumen dengan tanpa meninggalkan proses membentuk brand equity. Untuk strategi ini, produknya sudah harus memiliki kualitas exellent.
    o Alternative strategi kedua lebih menjanjikan keuntungan jangka panjang.

    Contoh:
    o Hasil survey Frontier tentang mobile content yang di-download, menunjukkan responden paling banyak men-download berturut-turut adalah Ring tone & Game, Astrologi, Berita Entertainment, Informasi Film, Berita Olahraga, Gambar, Berita Ekonomi, Berita Politik, Informasi Kurs Asing
    o Media yang menyajikan berita kriminal & gossip laris di pasaran
    o Banyak produk obat2an generik yang kandungan isinya sama, dengan komunikasi yang berbeda, membuat persepsi yang lain

  1. SUKA MEREK LUAR NEGERI

    Perilaku/Ciri Khas:
    o Persaingan global menyebabkan sebuah negara kebanjiran merek dari berbagai negara lain. Hal ini membuat konsumen sulit mengidentifikasikan sebuah produk itu buatan negara mana.
    o Banyak konsumen sebenarnya tidak mengetahui secara baik spesifikasi produk yang akan dibeli.

    Latar Belakang:
    o Image dan kualitas merek luar negeri yang dipersepsikan lebih baik dan bergengsi dibandingkan buatan Indonesia.

    Strategi:
    o Menggunakan nama asing. Dalam bahasa pemasaran, strategi ini termasuk dalam strategi country of origin (COO). Artinya, menggunakan negara sebagai dasar strategi merek maupun positioning.

    Contoh:
    o Contoh produk dalam negeri yang menggunakan nama asing: Polytron, Detron, Stanley Adams

  1. RELIGIUS

    Perilaku/Ciri Khas:
    o Konsumen yang beragama Islam sangat sensitif terhadap sesuatu yang dilarang oleh agamanya. Sedangkan konsumen yang beragama selain Islam tidak terlalu sensitif.
    o Konsumen Indonesia khususnya yang beragama Islam, terlebih dulu memperhatikan label halal jika ingin membeli suatu produk. (Hasil survey dari Frontier tahun 2001 menyatakan 57,9% konsumen selalu memperhatikan label halal; 62,2% konsumen akan mencari alternatif lain jika makanan yang dicari tidak berlabel halal; 46,6% bersedia membayarlebih mahal untuk produk halal).
    o Konsumen lebih percaya jika perkataan halal dikatakan oleh tokoh agama
    o Konsumen suka dengan produk yang mengusung simbol-simbol agama
    o Konsumen lebih melibatkan faktor emosi yang berhubungan dengan agama & kepercayaan dalam pembelian produk low involvement (misal: makanan, minuman, obat-obatan) dibandingkan dalam produk high involvement (produk2 elektronik)

    Latar Belakang:
    o 80% penduduk Indonesia beragama Islam
    o Keinginan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan yang semakin meningkat

    Strategi:
    o Pemasangan label halal di kemasan produk makanan/minuman/obat- obatan
    o Jika ingin memasukkan faktor agama sebagai positioning produknya, akan lebih efektif menyasar pasar yang lebih spesifik atau niche market.
    o Strategi komunikasi: menggunakan simbol-simbol agama dan atau menggunakan pemimpin religius atau tokoh agama sebagai endorser-nya mengembangkan komunitas pelanggan, dengan kegiatan yang ada unsur kerohaniannya
    o Kasus Ajinomoto & Dancow yang terkena isu lemak babi
    o Pembatasan pemasaran produk bir atau beralkohol, bukan semata-mata karena produk ini memabukkan, namun lebih karena minuman tersebutdilarang oleh agama Islam.
    o Obat Promag sukses mengusung simbol agama (dan iklannya banyak ditayangkan di bulan Ramadhan)
    o Berkembangnya bank-bank syari’ah (tahun 2003 total aset bank-bank syari’ah baru mencapai Rp 8 triliun, saat ini sudah mencapai sekitar Rp 29 triliun)

  1. GENGSI

    Perilaku/Ciri Khas:
    o Lebih cenderung mengutamakan penampilan ketimbang fungsi, lebih mengandalkan konteks daripada konten.

    Latar Belakang:
    o Ada 3 budaya & norma di masyarakat Indonesia yang menyebabkan gengsi, yaitu: Konsumen Indonesia suka bersosialisasi, yang kemudian mendorong orang untuk pamer atau tergoda untuk saling pamer Kita masih menganut budaya feodal yang menciptakan kelas-kelas sosial. Akhirnya terjadi “pemberontakan” untuk cepat naik kelas Masyarakat kita mengukur kesuksesan dengan materi & jabatan. Akibatnya, banyak di antara kita ingin menunjukkan kesuksesan dengan cara memperlihatkan materi yang dimiliki.

    Strategi:
    o Produk harus mampu menawarkan “Emotional Value”
    o Produk dikemas dengan gaya hidup
    o Gunakan media yang segmented. Misalnya, dimajalah-majalah yang ditujukan untuk kelas A+ atau di Koran nasional terpilih
    o Buat produk dengan seri limited edition.

    Contoh:
    o Di Jakarta sangat banyak berseliweran mobil-mobil mewah dibandingkan di Kuala Lumpur
    o Penjualan Nokia Communicator seri 9500 jauh lebih tinggi dibanding di USA
    o Orang Indonesia merupakan pembelanja yang sangat signifikan di Singapore

  1. KUAT DI SUBKULTUR

    Perilaku/Ciri Khas:
    o Orang Jawa suka yang manis-manis
    o Orang Padang suka yang pedas-pedas
    o Orang Batak suka bicara keras
    o Orang Semarang senang menawar

    Latar Belakang:
    o Keanekaragaman suku budaya di Indonesia. Terdapat 525 kelompok suku (etnis) yang tersebar di 17.000 pulau dengan 250 jenis bahasa
    o Unsur fanatisme daerah yang cukup tinggi

    Strategi:
    o Lakukan riset untuk menggali value atau nilai-nilai yang diyakini oleh sebuah etnis atau suku bangsa tertentu (hubungan dengan alam, hubungan dengan individu, kekuasaan, dll). Kemudian susun strategi pemasaran yang sesuai dengan value tersebut.
    o Buat konten-konten lokal (termasuk pilihan kata) untuk kegiatan komunikasi
    o Perkuat aktivitas below the line di daerah & sesuaikan dengan adat-istiadat masyarakat setempat. Misal: masukkan lagu-lagu lokal di dalam event marketing yang dibuat.
    o Lakukan pendekatan dengan distributor lokal, karena selain lebih menguasai medan, otonomi daerah membuat mereka semakin kuat secara politis.
    o Perlu diperhatikan: semakin mereka berakulturasi dengan kelompok etnis lainnya, pendekatan subculture menjadi semakin tidak relevan.

    Contoh:
    o Kacang Cap Ayam di Makasar
    o Kecap Cap Jeruk di Surabaya
    o Kopi Sidikalang di Medan
    o Tepung terigu merek Compas di Makasar
    o Harian Kompas dengan memberikan halaman khusus Kompas Jawa Timur

10.  KURANG PEDULI LINGKUNGAN

Perilaku/Ciri Khas:
o Kurang mempertimbangkan faktor lingkungan sebagai faktor penting dalam proses memilih suatu merek.
o Konsumen cenderung tidak menghukum para produsen yang diketahui mencemari atau merusak lingkungan. Seharusnya konsumen dapat memboikot atau tidak akan membeli produk dari perusahaan yang ditengarai melakukan pencemaran atau kerusakan lingkungan.
o Konsumen belum tentu tertarik dengan produk yang ramah lingkungan atau menawarkan benefit yang menyehatkan tubuh. Umumnya konsumenmasih melihat faktor harga & kualitas (keawetan) produk tersebut.

Latar Belakang:
o Rendahnya tingkat pendidikan dan pendapatan yang menyebabkan konsumen Indonesia kurang peduli dengan lingkungan.

Dampak:
o Para marketer perlu mempertimbangkan betul untuk memasukkan faktor lingkungan dalam elemen positioning-nya. Saat ini akan lebih baik jika isu ramah lingkungan dilakukan oleh corporate seperti dalam program CSR (Corporate Social Responsibility).
o Tapi trend ke depan, nampaknya faktor lingkungan akan menjadi perhatian utama dalam memilih produk. Bahkan di UU tentang Perseroan Terbatas yang baru di-sah-kan oleh DPR, unsur lingkungan (dalam bentuk CSR) sudah dimasukkan.

Strategi:
o Jika ingin memasukkan elemen ramah lingkungan, sebaiknya mulai dari produk-produk untuk kalangan menengah-atas. Kelompok ini relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Terlebih lagi mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium.
o Strategi komunikasi: kemas dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Hindari bahasa teknis yang justru membingungkan konsumen

Contoh:
o The Body Shop sukses di negeri asalnya (Inggris) dengan mengusung tema cinta lingkungan. Tetapi di Indonesia, TBS laku bukan karena keramahannya terhadap lingkungan & hewan, tapi masih lebih ke gaya dan gengsi.
o Mobil New Vios, keluaran PT Toyota Astra Motor (TAM), sudah menerapkan standar Euro 3, sehingga pelepasan emisi gas buangnya semakin bersih & ramah lingkungan.

Sumber: Majalah Marketing Edisi Khusus “10 Karakter Unik Konsumen Indonesia”